Profil Perkembangan Desa Mengwi
Sumber Data : Epdeskel dan Prodeskel
Desa Mengwi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, menunjukkan perkembangan yang signifikan pada berbagai sektor selama tahun 2024. Berikut adalah ringkasan narasi perkembangan desa ini:
1. Perkembangan Kependudukan
Jumlah penduduk Desa Mengwi meningkat menjadi 8.254 jiwa, terdiri dari 4.136 laki-laki dan 4.118 perempuan. Pertumbuhan penduduk mencapai 1,22% untuk laki-laki dan 0,29% untuk perempuan dibandingkan tahun sebelumnya. Kepala keluarga juga bertambah dari 2.309 menjadi 2.933, menunjukkan peningkatan kesejahteraan keluarga.
2. Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat
- Lapangan Pekerjaan: Dari total 4.631 angkatan kerja, sebagian besar (4.200 orang) bekerja penuh, dengan tingkat pengangguran yang sangat rendah.
- Kesejahteraan Keluarga: Sebagian besar keluarga (2.541) sudah mencapai tingkat kesejahteraan 3 plus, menunjukkan peningkatan kualitas hidup.
3. Produk Domestik Desa
Sektor unggulan meliputi:
- Pertanian: Luas lahan sawah mencapai 69 hektar dengan hasil produksi 97 ton/hektar.
- Kerajinan: Nilai produksi mencapai Rp 500 juta, dengan kontribusi dari lima jenis kerajinan rumah tangga.
- Industri Pangan: Menyumbang Rp 50 juta dalam nilai produksi tahunan.
4. Pendidikan
Desa ini memiliki angka partisipasi pendidikan yang tinggi, dengan mayoritas penduduk telah menyelesaikan pendidikan hingga SLTA (2.754 orang). Selain itu, terdapat 997 orang yang telah lulus pendidikan sarjana.
5. Kesehatan Masyarakat
Kualitas kesehatan ibu dan anak meningkat dengan 83 bayi lahir sehat dan nihil kasus kematian ibu hamil. Semua balita memiliki status gizi baik. Fasilitas kesehatan mencakup 11 posyandu aktif, didukung oleh 55 kader.
6. Infrastruktur dan Sarana Desa
Pemerintah desa terus meningkatkan sarana, termasuk:
- 1 gedung kantor desa dengan fasilitas lengkap.
- 21 unit kendaraan dinas.
- Peralatan administrasi modern seperti komputer dan alat tulis kantor.
7. Keamanan dan Ketertiban
Desa Mengwi tetap aman tanpa kasus konflik SARA, pencurian, atau kriminalitas lainnya. Sistem keamanan lingkungan (siskamling) berjalan efektif dengan dukungan 61 anggota Linmas.
8. Partisipasi dan Gotong Royong
Tingginya tingkat gotong royong masyarakat terlihat dalam berbagai kegiatan, seperti pembangunan fasilitas umum, menjaga kebersihan desa, dan pelaksanaan adat istiadat. Semua usulan masyarakat dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) telah terealisasi 100%.
9. Pemerintahan Desa
APB Desa mencapai Rp 44,5 miliar dengan alokasi signifikan untuk pembangunan publik (Rp 5,5 miliar). Sistem administrasi desa berjalan optimal dengan seluruh buku administrasi utama terisi dan tersedia.