Data Penduduk Berdasarkan Pekerjaan

Sumber: Kelian Banjar Dinas
Data Terakhir: Februari 2025
Berikut adalah laporan jumlah penduduk berdasarkan jenis pekerjaan di Desa Mengwi. Data ini mencerminkan kondisi sosial-ekonomi masyarakat serta kecenderungan mata pencaharian utama yang ada di wilayah tersebut.
I. Desa Mengwi
Jenis Pekerjaan | Jumlah |
---|---|
ARSITEK | 2 |
BELUM/TIDAK BEKERJA | 1469 |
BIDAN | 4 |
BURUH HARIAN LEPAS | 395 |
BURUH TANI/PERKEBUNAN | 21 |
DOKTER | 17 |
DOSEN | 9 |
GURU | 61 |
INDUSTRI | 3 |
KARYAWAN BUMD | 22 |
KARYAWAN BUMN | 36 |
KARYAWAN HONORER | 51 |
KARYAWAN SWASTA | 2184 |
KEPOLISIAN RI (POLRI) | 56 |
KONSTRUKSI | 2 |
LAINNYA | 1 |
MEKANIK | 1 |
MENGURUS RUMAH TANGGA | 965 |
NELAYAN/PERIKANAN | 1 |
NOTARIS | 1 |
PEDAGANG | 55 |
PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) | 260 |
PELAJAR/MAHASISWA | 1598 |
PEMBANTU RUMAH TANGGA | 1 |
PENATA RAMBUT | 1 |
PENATA RIAS | 1 |
PENDETA | 13 |
PENSIUNAN | 234 |
PERANGKAT DESA | 2 |
PERAWAT | 10 |
PERDAGANGAN | 56 |
PETANI/PEKEBUN | 112 |
PETERNAK | 3 |
SOPIR | 4 |
TENTARA NASIONAL INDONESIA (TNI) | 11 |
TIDAK/BELUM BEKERJA | 1 |
TRANSPORTASI | 11 |
TUKANG BATU | 1 |
TUKANG CUKUR | 2 |
TUKANG JAHIT | 13 |
TUKANG KAYU | 1 |
TUKANG LISTRIK | 2 |
WIRASWASTA | 510 |
Total | 8203 |
Dari data yang diperoleh, jumlah penduduk yang belum atau tidak bekerja mencapai 1.469 orang, yang merupakan salah satu kategori terbesar. Selain itu, sektor pekerjaan yang dominan adalah karyawan swasta dengan jumlah 2.184 orang, diikuti oleh pelajar/mahasiswa sebanyak 1.598 orang. Kehadiran profesi tenaga kesehatan seperti dokter, bidan, dan perawat juga mencerminkan adanya akses layanan kesehatan yang cukup baik di desa ini.
Dengan jumlah total penduduk bekerja sebanyak 8.203 jiwa, kondisi ekonomi masyarakat menunjukkan keanekaragaman sektor pekerjaan yang mencerminkan perkembangan ekonomi dan tingkat pendidikan yang bervariasi.
Navigasi Banjar
- Banjar Batu
Jenis Pekerjaan | Jumlah |
---|---|
ARSITEK | 1 |
BELUM/TIDAK BEKERJA | 231 |
BURUH HARIAN LEPAS | 45 |
BURUH TANI/PERKEBUNAN | 8 |
GURU | 5 |
KARYAWAN BUMD | 6 |
KARYAWAN BUMN | 3 |
KARYAWAN HONORER | 8 |
KARYAWAN SWASTA | 158 |
KEPOLISIAN RI (POLRI) | 2 |
MENGURUS RUMAH TANGGA | 78 |
PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) | 27 |
PELAJAR/MAHASISWA | 66 |
PENSIUNAN | 12 |
PERANGKAT DESA | 1 |
PERAWAT | 1 |
PERDAGANGAN | 9 |
PETANI/PEKEBUN | 9 |
SOPIR | 1 |
TENTARA NASIONAL INDONESIA (TNI) | 1 |
TUKANG JAHIT | 1 |
WIRASWASTA | 65 |
Total | 738 |
Banjar Batu memiliki jumlah penduduk sebanyak 738 jiwa, dengan komposisi pekerjaan yang beragam. Sebanyak 231 orang masih belum atau tidak bekerja, sementara sektor swasta menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan 158 orang bekerja sebagai karyawan swasta.
Profesi wiraswasta juga cukup mendominasi dengan 65 orang, diikuti oleh tenaga kerja harian lepas yang mencapai 45 orang. Selain itu, terdapat 27 Pegawai Negeri Sipil (PNS), 6 karyawan BUMD, dan 3 karyawan BUMN yang menunjukkan adanya kehadiran tenaga profesional dalam sektor pemerintahan dan perusahaan milik negara.
Dari sisi pendidikan dan tenaga profesional, terdapat 5 guru, 1 perawat, 1 arsitek, serta 1 perangkat desa yang berperan dalam berbagai bidang keahlian. Adapun sektor pertanian masih menjadi bagian dari mata pencaharian masyarakat dengan 9 orang bekerja sebagai petani/pekebun.
Dengan keberagaman pekerjaan ini, Banjar Batu menunjukkan keseimbangan antara tenaga kerja profesional, wiraswasta, dan tenaga kerja informal, yang menjadi cerminan dinamika ekonomi di wilayah ini.
2. Banjar Pande
Jenis Pekerjaan | Jumlah |
---|---|
BELUM/TIDAK BEKERJA | 148 |
BURUH HARIAN LEPAS | 45 |
DOKTER | 1 |
GURU | 3 |
KARYAWAN BUMD | 1 |
KARYAWAN BUMN | 3 |
KARYAWAN HONORER | 6 |
KARYAWAN SWASTA | 343 |
KEPOLISIAN RI (POLRI) | 8 |
MENGURUS RUMAH TANGGA | 151 |
PEDAGANG | 2 |
PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) | 41 |
PELAJAR/MAHASISWA | 265 |
PENSIUNAN | 39 |
PERDAGANGAN | 4 |
PETANI/PEKEBUN | 8 |
TENTARA NASIONAL INDONESIA (TNI) | 1 |
TUKANG BATU | 1 |
WIRASWASTA | 94 |
Total | 1164 |
Banjar Pande memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.164 jiwa, dengan sebaran mata pencaharian yang cukup beragam. Mayoritas penduduk yang bekerja berada di sektor swasta, dengan 343 orang bekerja sebagai karyawan swasta dan 94 orang menjalankan usaha sendiri sebagai wiraswasta.
Sebanyak 148 orang masih belum atau tidak bekerja, sementara 151 orang berperan dalam mengurus rumah tangga. Sektor pemerintahan dan tenaga profesional juga cukup kuat, dengan 41 Pegawai Negeri Sipil (PNS), 6 karyawan honorer, serta 3 karyawan BUMN dan 1 karyawan BUMD.
Selain itu, Banjar Pande memiliki 8 anggota kepolisian (POLRI) dan 1 anggota TNI, serta tenaga ahli di bidang kesehatan seperti 1 dokter. Dunia pendidikan juga turut berkembang dengan adanya 3 guru, serta jumlah pelajar dan mahasiswa yang cukup tinggi, yaitu 265 orang.
Dari sektor informal, 45 orang bekerja sebagai buruh harian lepas, sementara 8 orang masih bertahan di bidang pertanian dan perkebunan. Terdapat pula 4 orang di sektor perdagangan serta profesi khusus seperti 1 tukang batu.
Dengan distribusi tenaga kerja ini, Banjar Pande menunjukkan karakteristik ekonomi yang didominasi oleh tenaga kerja formal di sektor swasta, serta pertumbuhan sektor pendidikan yang menjanjikan untuk masa depan wilayah ini.
3. Banjar Gambang
Jenis Pekerjaan | Jumlah |
---|---|
BELUM/TIDAK BEKERJA | 166 |
BURUH HARIAN LEPAS | 19 |
BURUH TANI/PERKEBUNAN | 1 |
DOSEN | 1 |
KARYAWAN BUMD | 3 |
KARYAWAN BUMN | 7 |
KARYAWAN HONORER | 5 |
KARYAWAN SWASTA | 170 |
KEPOLISIAN RI (POLRI) | 8 |
MENGURUS RUMAH TANGGA | 100 |
PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) | 24 |
PELAJAR/MAHASISWA | 72 |
PENDETA | 2 |
PENSIUNAN | 27 |
PERAWAT | 5 |
PERDAGANGAN | 5 |
PETANI/PEKEBUN | 4 |
PETERNAK | 2 |
TRANSPORTASI | 1 |
TUKANG LISTRIK | 1 |
WIRASWASTA | 40 |
Total | 663 |
Banjar Gambang memiliki total 663 jiwa, dengan dominasi tenaga kerja di sektor swasta, yaitu 170 orang bekerja sebagai karyawan swasta dan 40 orang sebagai wiraswasta.
Sebanyak 166 orang masih belum atau tidak bekerja, sementara 100 orang berperan dalam mengurus rumah tangga. Sektor pemerintahan dan tenaga profesional juga cukup berkembang, dengan 24 Pegawai Negeri Sipil (PNS), 5 karyawan honorer, serta 7 karyawan BUMN dan 3 karyawan BUMD.
Keamanan masyarakat didukung oleh 8 anggota Kepolisian RI (POLRI). Di bidang kesehatan dan keagamaan, terdapat 5 perawat dan 2 pendeta yang turut berperan dalam pelayanan masyarakat.
Di sektor tenaga kerja informal, 19 orang bekerja sebagai buruh harian lepas, 5 orang di bidang perdagangan, 4 orang sebagai petani/pekerbun, dan 2 orang sebagai peternak. Selain itu, terdapat 1 pekerja di sektor transportasi dan 1 tukang listrik.
Dengan komposisi tenaga kerja ini, Banjar Gambang menunjukkan keseimbangan antara sektor formal dan informal. Kehadiran tenaga profesional dan jumlah pelajar yang cukup banyak memberikan harapan positif untuk perkembangan ekonomi dan sosial di masa depan.
4. Banjar Munggu
Jenis Pekerjaan | Jumlah |
---|---|
ARSITEK | 1 |
BELUM/TIDAK BEKERJA | 143 |
BURUH HARIAN LEPAS | 20 |
BURUH TANI/PERKEBUNAN | 11 |
DOSEN | 1 |
GURU | 2 |
INDUSTRI | 2 |
KARYAWAN BUMD | 1 |
KARYAWAN BUMN | 7 |
KARYAWAN HONORER | 8 |
KARYAWAN SWASTA | 185 |
KEPOLISIAN RI (POLRI) | 7 |
LAINNYA | 1 |
MENGURUS RUMAH TANGGA | 87 |
NELAYAN/PERIKANAN | 1 |
NOTARIS | 1 |
PEDAGANG | 4 |
PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) | 34 |
PELAJAR/MAHASISWA | 168 |
PEMBANTU RUMAH TANGGA | 1 |
PENATA RAMBUT | 1 |
PENDETA | 4 |
PENSIUNAN | 15 |
PERANGKAT DESA | 1 |
PERDAGANGAN | 2 |
PETANI/PEKEBUN | 15 |
TENTARA NASIONAL INDONESIA (TNI) | 6 |
TIDAK/BELUM BEKERJA | 1 |
TUKANG JAHIT | 1 |
TUKANG LISTRIK | 1 |
WIRASWASTA | 65 |
Total | 797 |
Banjar Munggu memiliki jumlah penduduk 797 jiwa, dengan sektor swasta sebagai penyumbang utama tenaga kerja, yakni 185 orang bekerja sebagai karyawan swasta dan 65 orang berwirausaha.
Sebanyak 143 orang belum atau tidak bekerja, sementara 87 orang berperan dalam mengurus rumah tangga. Sektor pemerintahan dan jasa publik juga cukup menonjol, dengan 34 Pegawai Negeri Sipil (PNS), 7 karyawan BUMN, 1 karyawan BUMD, serta 8 karyawan honorer.
Keamanan dan ketertiban masyarakat didukung oleh 7 anggota Kepolisian RI (POLRI) dan 6 anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). Selain itu, ada tenaga profesional di bidang pendidikan dan hukum, seperti 2 guru, 1 dosen, serta 1 notaris.
Di sektor tenaga kerja informal, terdapat 20 buruh harian lepas, 15 petani/pekerbun, 11 buruh tani/perkebunan, dan 4 pedagang. Profesi spesifik lainnya mencakup 1 arsitek, 1 tukang listrik, 1 tukang jahit, serta 1 penata rambut.
Dengan adanya 168 pelajar dan mahasiswa, Banjar Munggu menunjukkan potensi besar dalam pengembangan sumber daya manusia. Kehadiran berbagai sektor pekerjaan yang beragam menjadi indikasi ekonomi yang dinamis dan terus berkembang.
5. Banjar Pandean
Jenis Pekerjaan | Jumlah |
---|---|
BELUM/TIDAK BEKERJA | 38 |
BURUH HARIAN LEPAS | 1 |
BURUH TANI/PERKEBUNAN | 1 |
DOSEN | 1 |
GURU | 2 |
INDUSTRI | 1 |
KARYAWAN BUMD | 1 |
KARYAWAN SWASTA | 58 |
KONSTRUKSI | 1 |
MENGURUS RUMAH TANGGA | 24 |
PEDAGANG | 1 |
PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) | 12 |
PELAJAR/MAHASISWA | 43 |
PENSIUNAN | 14 |
PERDAGANGAN | 2 |
PETANI/PEKEBUN | 2 |
WIRASWASTA | 14 |
Total | 216 |
Banjar Pandean memiliki 216 jiwa, dengan mayoritas penduduknya bekerja di sektor swasta dan wirausaha. 58 orang bekerja sebagai karyawan swasta, sementara 14 orang berwirausaha, mencerminkan peran ekonomi mandiri yang cukup signifikan.
Sebanyak 38 orang belum atau tidak bekerja, sedangkan 24 orang mengurus rumah tangga. Dari sektor pendidikan, terdapat 2 guru dan 1 dosen, menandakan kehadiran tenaga pengajar di banjar ini.
Sektor pemerintahan diwakili oleh 12 Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta 1 karyawan BUMD, sementara sektor industri dan jasa mencakup 1 pekerja industri, 1 pekerja konstruksi, serta 1 pedagang.
Sementara itu, 43 pelajar dan mahasiswa menjadi cerminan investasi masa depan dalam bidang pendidikan. Kehadiran 14 pensiunan juga menunjukkan keseimbangan demografi antara generasi muda dan yang lebih senior.
Secara keseluruhan, Banjar Pandean memiliki struktur ekonomi yang beragam dengan dominasi sektor swasta dan wirausaha, serta potensi pertumbuhan yang terus berkembang.
6. Banjar Serangan
Jenis Pekerjaan | Jumlah |
---|---|
BELUM/TIDAK BEKERJA | 88 |
BURUH HARIAN LEPAS | 32 |
DOKTER | 1 |
GURU | 16 |
KARYAWAN BUMD | 2 |
KARYAWAN BUMN | 3 |
KARYAWAN HONORER | 1 |
KARYAWAN SWASTA | 145 |
KEPOLISIAN RI (POLRI) | 4 |
MEKANIK | 1 |
MENGURUS RUMAH TANGGA | 50 |
PEDAGANG | 38 |
PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) | 16 |
PELAJAR/MAHASISWA | 131 |
PENSIUNAN | 14 |
PERAWAT | 1 |
PETANI/PEKEBUN | 4 |
SOPIR | 2 |
TUKANG JAHIT | 6 |
TUKANG KAYU | 1 |
WIRASWASTA | 29 |
Total | 585 |
Banjar Serangan memiliki 585 jiwa, dengan komposisi penduduk yang beragam dalam berbagai sektor pekerjaan. Karyawan swasta (145 orang) menjadi kelompok pekerja terbesar, diikuti oleh wiraswasta (29 orang) dan pedagang (38 orang), yang menunjukkan peran penting sektor perdagangan dan usaha mandiri di banjar ini.
Sebanyak 88 orang belum atau tidak bekerja, sementara 50 orang mengurus rumah tangga, mencerminkan keseimbangan antara penduduk usia produktif dan mereka yang berada dalam sektor domestik.
Sektor pendidikan dan layanan publik cukup kuat, dengan kehadiran 16 guru, 1 dokter, 1 perawat, dan 16 Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang menunjukkan kontribusi signifikan dalam bidang pendidikan dan kesehatan.
Selain itu, terdapat 131 pelajar dan mahasiswa, yang menjadi cerminan investasi generasi muda dalam pendidikan. 14 pensiunan juga menunjukkan keseimbangan antara generasi yang masih aktif bekerja dan mereka yang telah memasuki masa pensiun.
Dengan dominasi sektor swasta, perdagangan, dan profesi di bidang layanan publik, Banjar Serangan memiliki potensi ekonomi yang berkembang dan sumber daya manusia yang beragam untuk mendukung pertumbuhan di masa mendatang.
7. Banjar Peregae
Jenis Pekerjaan | Jumlah |
---|---|
BELUM/TIDAK BEKERJA | 111 |
BIDAN | 1 |
BURUH HARIAN LEPAS | 34 |
DOKTER | 8 |
GURU | 1 |
KARYAWAN BUMN | 3 |
KARYAWAN HONORER | 19 |
KARYAWAN SWASTA | 149 |
KEPOLISIAN RI (POLRI) | 4 |
MENGURUS RUMAH TANGGA | 66 |
PEDAGANG | 1 |
PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) | 15 |
PELAJAR/MAHASISWA | 168 |
PENATA RIAS | 1 |
PENSIUNAN | 20 |
PERDAGANGAN | 27 |
PETANI/PEKEBUN | 2 |
TRANSPORTASI | 1 |
TUKANG JAHIT | 1 |
WIRASWASTA | 35 |
Total | 667 |
Banjar Peregae memiliki 667 jiwa, dengan mayoritas penduduk bekerja di sektor swasta, di mana 149 orang menjadi karyawan swasta, serta 35 orang berwirausaha. Sektor perdagangan juga cukup signifikan dengan 27 orang terlibat di dalamnya, yang menunjukkan dinamika ekonomi berbasis usaha mandiri dan perdagangan.
Sebanyak 111 orang belum atau tidak bekerja, sementara 66 orang mengurus rumah tangga, yang menggambarkan keberagaman kondisi sosial-ekonomi di banjar ini.
Bidang pendidikan dan kesehatan juga cukup menonjol, dengan 1 bidan, 8 dokter, dan 1 guru yang berperan dalam pelayanan publik. Selain itu, terdapat 15 Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta 4 anggota Kepolisian RI (POLRI) yang menunjukkan partisipasi masyarakat dalam sektor pemerintahan dan keamanan.
Dengan 168 pelajar dan mahasiswa, Banjar Peregae menunjukkan potensi regenerasi tenaga kerja yang baik, didukung oleh jumlah 20 pensiunan yang menjadi bagian dari keseimbangan populasi.
Secara keseluruhan, banjar ini memiliki potensi ekonomi yang beragam dengan sektor swasta, perdagangan, dan layanan kesehatan sebagai sektor utama, serta dukungan dari generasi muda yang tengah menempuh pendidikan untuk membangun masa depan yang lebih baik.
8. Banjar Lebah Pangkung
Jenis Pekerjaan | Jumlah |
---|---|
BELUM/TIDAK BEKERJA | 130 |
BURUH HARIAN LEPAS | 16 |
DOKTER | 2 |
DOSEN | 2 |
GURU | 10 |
KARYAWAN BUMD | 4 |
KARYAWAN BUMN | 3 |
KARYAWAN HONORER | 2 |
KARYAWAN SWASTA | 274 |
KEPOLISIAN RI (POLRI) | 8 |
MENGURUS RUMAH TANGGA | 115 |
PEDAGANG | 3 |
PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) | 20 |
PELAJAR/MAHASISWA | 169 |
PENDETA | 2 |
PENSIUNAN | 34 |
PERDAGANGAN | 2 |
PETANI/PEKEBUN | 3 |
WIRASWASTA | 28 |
Total | 827 |
Banjar Lebah Pangkung memiliki 827 jiwa, dengan mayoritas penduduk bekerja di sektor swasta, di mana 274 orang menjadi karyawan swasta, serta 28 orang berwirausaha. Keberadaan 3 pedagang dan 2 individu dalam sektor perdagangan menunjukkan adanya aktivitas ekonomi berbasis usaha mandiri.
Sebanyak 130 orang belum atau tidak bekerja, sementara 115 orang mengurus rumah tangga, mencerminkan keseimbangan antara tenaga kerja aktif dan penduduk yang menjalankan peran domestik.
Di bidang pendidikan dan kesehatan, terdapat 2 dokter, 2 dosen, serta 10 guru yang berkontribusi dalam pelayanan akademik dan medis. Selain itu, 20 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 8 anggota Kepolisian RI (POLRI) menunjukkan partisipasi masyarakat dalam pemerintahan dan keamanan.
Dengan 169 pelajar dan mahasiswa, Banjar Lebah Pangkung memiliki generasi muda yang berpotensi menjadi tenaga kerja produktif di masa depan, sementara 34 pensiunan mencerminkan keseimbangan demografi antara kelompok usia produktif dan non-produktif.
Secara keseluruhan, banjar ini memiliki perekonomian yang didominasi sektor swasta, didukung oleh tenaga pendidik dan tenaga kesehatan, serta generasi muda yang sedang menempuh pendidikan untuk menopang masa depan masyarakat Banjar Lebah Pangkung.
9. Banjar Pengiasan
Jenis Pekerjaan | Jumlah |
---|---|
BELUM/TIDAK BEKERJA | 104 |
BURUH HARIAN LEPAS | 32 |
GURU | 5 |
KARYAWAN BUMD | 3 |
KARYAWAN BUMN | 3 |
KARYAWAN HONORER | 2 |
KARYAWAN SWASTA | 152 |
KEPOLISIAN RI (POLRI) | 6 |
KONSTRUKSI | 1 |
MENGURUS RUMAH TANGGA | 70 |
PEDAGANG | 1 |
PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) | 18 |
PELAJAR/MAHASISWA | 152 |
PENDETA | 3 |
PENSIUNAN | 12 |
PERAWAT | 1 |
PETANI/PEKEBUN | 19 |
PETERNAK | 1 |
TRANSPORTASI | 9 |
TUKANG JAHIT | 2 |
WIRASWASTA | 67 |
Total | 663 |
Banjar Pengiasan memiliki total 663 jiwa, dengan mayoritas penduduk bekerja di sektor swasta, di mana 152 orang menjadi karyawan swasta dan 67 orang berwirausaha. Sektor pertanian juga masih berperan dengan 19 petani/pekebun dan 1 peternak, menunjukkan adanya aktivitas agraris dalam masyarakat.
Sebanyak 104 orang belum atau tidak bekerja, sementara 70 orang mengurus rumah tangga, menandakan keseimbangan antara tenaga kerja aktif dan penduduk yang berperan dalam ranah domestik.
Di sektor pendidikan dan pemerintahan, terdapat 5 guru, 18 Pegawai Negeri Sipil (PNS), serta 2 karyawan honorer, yang mendukung pelayanan publik dan pendidikan. Keamanan wilayah juga dijaga oleh 6 anggota Kepolisian RI (POLRI).
Jumlah 152 pelajar dan mahasiswa menunjukkan adanya generasi muda yang sedang menempuh pendidikan untuk mendukung keberlanjutan sumber daya manusia di banjar ini. Selain itu, terdapat 12 pensiunan, mencerminkan keseimbangan populasi antara penduduk usia produktif dan non-produktif.
Secara keseluruhan, Banjar Pengiasan memiliki perekonomian yang cukup beragam, dengan dominasi sektor swasta, kehadiran tenaga pendidik dan aparat keamanan, serta potensi pertanian dan perdagangan yang masih berjalan di tengah masyarakat.
10. Banjar Alangkajeng
Jenis Pekerjaan | Jumlah |
---|---|
BELUM/TIDAK BEKERJA | 118 |
BIDAN | 2 |
BURUH HARIAN LEPAS | 54 |
DOKTER | 2 |
DOSEN | 2 |
GURU | 5 |
KARYAWAN BUMN | 2 |
KARYAWAN SWASTA | 143 |
KEPOLISIAN RI (POLRI) | 4 |
MENGURUS RUMAH TANGGA | 59 |
PEDAGANG | 5 |
PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) | 17 |
PELAJAR/MAHASISWA | 93 |
PENDETA | 2 |
PENSIUNAN | 10 |
PERDAGANGAN | 4 |
PETANI/PEKEBUN | 5 |
TENTARA NASIONAL INDONESIA (TNI) | 1 |
TUKANG CUKUR | 1 |
TUKANG JAHIT | 2 |
WIRASWASTA | 27 |
Total | 558 |
Banjar Alangkajeng memiliki total 558 jiwa, dengan sektor swasta menjadi lapangan pekerjaan utama, di mana 143 orang bekerja sebagai karyawan swasta dan 27 orang berwirausaha. Selain itu, sektor informal juga terlihat dengan 5 pedagang dan 54 buruh harian lepas yang turut mendukung perekonomian banjar.
Sebanyak 118 orang belum atau tidak bekerja, sedangkan 59 orang mengurus rumah tangga, mencerminkan keseimbangan antara tenaga kerja aktif dan mereka yang berperan dalam urusan domestik.
Dalam bidang pendidikan dan pelayanan publik, terdapat 5 guru, 2 dosen, serta 17 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berkontribusi dalam sektor pemerintahan dan akademik. Di bidang kesehatan, banjar ini memiliki 2 dokter, 2 bidan, dan 2 tenaga tukang jahit, yang mendukung layanan dasar bagi masyarakat.
Untuk sektor keamanan, terdapat 4 anggota Kepolisian RI (POLRI) dan 1 anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas menjaga stabilitas wilayah.
Dengan 93 pelajar dan mahasiswa, Banjar Alangkajeng memiliki potensi sumber daya manusia yang sedang berkembang dan siap mendukung pembangunan di masa depan. Adanya 10 pensiunan juga menunjukkan keseimbangan populasi antara penduduk usia produktif dan non-produktif.
Secara keseluruhan, Banjar Alangkajeng memiliki perekonomian yang cukup beragam dengan dominasi sektor swasta dan peran penting dalam bidang pendidikan, keamanan, serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
11. Banjar Delod Bale Agung
Jenis Pekerjaan | Jumlah |
---|---|
BELUM/TIDAK BEKERJA | 192 |
BIDAN | 1 |
BURUH HARIAN LEPAS | 97 |
DOKTER | 3 |
DOSEN | 2 |
GURU | 12 |
KARYAWAN BUMD | 1 |
KARYAWAN BUMN | 2 |
KARYAWAN SWASTA | 407 |
KEPOLISIAN RI (POLRI) | 5 |
MENGURUS RUMAH TANGGA | 165 |
PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) | 36 |
PELAJAR/MAHASISWA | 271 |
PENSIUNAN | 37 |
PERAWAT | 2 |
PERDAGANGAN | 1 |
PETANI/PEKEBUN | 41 |
SOPIR | 1 |
TENTARA NASIONAL INDONESIA (TNI) | 2 |
TUKANG CUKUR | 1 |
WIRASWASTA | 46 |
Total | 1325 |
Banjar Delod Bale Agung merupakan salah satu banjar dengan jumlah penduduk cukup besar, mencapai 1.325 jiwa. Mayoritas penduduknya bekerja di sektor swasta, dengan 407 orang sebagai karyawan swasta dan 46 orang berwirausaha, yang menunjukkan dinamika ekonomi yang aktif.
Sebanyak 192 orang belum atau tidak bekerja, sementara 165 orang mengurus rumah tangga, yang mencerminkan keseimbangan antara angkatan kerja dan peran domestik dalam masyarakat.
Sektor pendidikan dan kesehatan juga memiliki kontribusi penting, dengan 12 guru, 2 dosen, serta 3 dokter, 2 perawat, dan 1 bidan yang melayani masyarakat dalam bidang akademik dan layanan kesehatan.
Di sektor pemerintahan, terdapat 36 Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta 5 anggota Kepolisian RI (POLRI) dan 2 anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah banjar.
Dengan 271 pelajar dan mahasiswa, Banjar Delod Bale Agung memiliki potensi sumber daya manusia yang terus berkembang, yang nantinya dapat menjadi penggerak pembangunan di masa depan. Selain itu, adanya 37 pensiunan menandakan adanya keseimbangan populasi antara usia produktif dan non-produktif.
Secara keseluruhan, Banjar Delod Bale Agung memiliki struktur ekonomi yang kuat dengan dominasi sektor swasta, diimbangi dengan sektor pendidikan, kesehatan, dan keamanan yang mendukung kesejahteraan masyarakat.
Dari data yang telah dipaparkan, dapat disimpulkan bahwa komposisi tenaga kerja di Desa Mengwi cukup beragam, mencerminkan dinamika sosial dan ekonomi yang terus berkembang. Sektor swasta masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam mencari nafkah, dengan jumlah karyawan swasta dan wiraswasta yang signifikan di hampir setiap banjar.
Selain itu, keberadaan tenaga pendidik, tenaga kesehatan, serta aparat keamanan dan pemerintahan menunjukkan bahwa aspek pelayanan publik di desa ini cukup terpenuhi. Sementara itu, jumlah pelajar dan mahasiswa yang cukup besar di setiap banjar menandakan adanya potensi generasi muda yang dapat menjadi motor penggerak pembangunan desa di masa depan.
Namun, tingginya jumlah penduduk yang belum atau tidak bekerja menjadi tantangan tersendiri yang perlu mendapat perhatian. Upaya peningkatan keterampilan, akses lapangan pekerjaan, serta program pemberdayaan masyarakat dapat menjadi solusi untuk mengoptimalkan potensi sumber daya manusia di Desa Mengwi.
Dengan struktur ekonomi yang dinamis, keseimbangan antara sektor formal dan informal, serta dukungan dari berbagai elemen masyarakat, Desa Mengwi memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan meningkatkan kesejahteraan warganya di masa mendatang.